Kamis, 04 Januari 2018

Review Buku Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66; Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa Bab 1-16



Identitas Buku
Judul buku : Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66; Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa
Pengarang : H. Maulwi Saelan
Penerbit     : VisiMedia
Tahun         : 2008
Tebal          : 484 hlm
ISI
Buku ini merupakan catatan perjalanan hidup Maulwi Saelan seorang wakil komandan Tjakrabiwa,  dalam buku ini beliau banyak bercerita tentang  kesaksianya dari masa revolusi 45 kudeta 66 . di mulai dari  bab pertama Saelan bercerita mengenai kehidupannya. Jadi pada saat ia berumur 10 tahun, ia bercita-cita menjadi seorang atlet yang bisa tampil di arena Olimpiade. Dan niatnya pun tercapai ketika ia berusia 30 tahun. Pada tanggal 17 November 1956 ia menjaga gawang PSSI dalam Olimpiade XVI di Melbourne Australia. Sebelumnya Saelan juga mengikuti PON ( pekan olah raga nasional )pertama di solo pada tahun 1948. Selain itu saelan juga ikut serta  dalam Asia Games pertama di New Delhi pada tahun 1951.
Bab ke dua dan ketiga buku ini Saelan menceritakan mengenai sejarah Indonesia masa penjajahan Belanda dan Jepang . era penjajahan belanda di lukiskan melalui film dokumenter  yang disiarkan VPROTV  Belanda pada tahun 1976 dengan mewawancarai tokoh Indonesia seperti Moh Hatta, Bung karno,  Nasution, dan Ruslan abdulgani serta tokoh belanda Van Mook , Beel dan Lovink .Jaman jepang di kisahkan terutama dengan menguntip buku Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.
Pada bab empat, pada bulan februari 1945 ketika makassar dan wilayah Indonesia bagian timur lainya sudah menjadi sasaran bombarden sekutu. Bung Karno berkunjung ke Makassar. Tujuannya adalah untuk berunding dengan para pembesar angkatan laut agar indonesia bagian timur dipersatukan kembali dengan indonesia bagian barat secara administratif. Lalu ketika panglima tertinggi tentara jepang untuk daerah selatan Marsekal Terauchi memerintahkan untuk segera di bentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Wakil sulawesi yang terpilih yaitu Ratulagi dan Andi Pangerang Petta Rani. Kemudian setelah Indonesia merdeka, Dr Ratulangi sudah resmi di angkat sebagai Gubernur Selawesi yang berkedudukan di selawesi selatan, namun dengan berbagai pertimbangan,ia tidak langsung menjalankan kekuasaannya sebagai Gubernur mengambil alih kekuasaan Jepang. Disinilah banyak masyarakat yang kecewa sekali mengenatui gebernurnya tidak  berbuat sesuatu di  wilayah kekuasaanya.ketika di desak untuk segera mengumumkan bahwa dirinya Gubernur Republik Indonesia  di Selawesi, ia mengemukakan alasanya menurutnya belum tersedianya sarat yang  dapat mendukungnya  untuk menjalakan kekuasaanya, sarat yang di maksud adalah aparat pemerintahan yang dapat membantunya. Tidak ada kekuatan senjata yang dapat melindungi kekuasaanya. menurutnya selawesi tidak dapat di samakan dengan jawa. Ratulangi dalam tindakannya yang sangat sarat dengan pertimbangan tidak menyadari bahwa yang sedang terjadi adalah sebuah Revolusi. Jadi selama satu bulan terdapat kevakuman kekuasaan. Padahal ketika ia kembali ke Makassar , jepang sedang menyatakan menyerah pada sekutu. Sedangkan itu tentara sekutu yang seharusnya mengambil alih kekuasaan dari Jepang tidak ada di Makassar, namun Ratulangi  tidak mau memanfaatkan situasi itu. Ratulangi bukannya segera mengumunkan dirinya Guburner tetapi sebaliknya malah melayani ajakan Gibson untuk berunding mengenai pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
 Bab Kelima,  akhir September 1945 tentara Australia yang mewakili sekutu mendarat di Makassar dengan membawa tentara Belanda (NICA). Belanda dengan bantuan sekutu siap menjalankan kembali roda pemerintahan kolonialnya. Namun  tanpa bantuan Gubernur para pemuda berusaha melawan. sebelum kedatangan sekutu, di Makassar juga  telah di bentuk Pusat Pemuda Nasional Indonesia yang di ketuai oleh Manai Sophiaan dengan salah seorang Penasihat Amien Saelan. Pada tanggal 28 Oktober 1945belanda menagkap Manai Sophiaan dan menahannya di Empress Hotel. Tangal 29 Oktober  Manai Shopiaan berhasil meloloskan diri dari tahanan berkat serangan umum para pemuda pelajar. Maulwi Saelan termasuk salah satu dari pelajar tsb.
Kemudian Bab ke enam, atas upaya Gubernur Ratulangi tawanan yang terlibat dalam peyerbuan Hotel empress dibebaskan pada tanggal 1 Januari 1996, lalu  pada tanggal 5 april 1946, karena berjuang dengan caranya sendiri Gubernur Ratulangi ditangkap Belanda dan di asingkan ke Serui, Papua  Barat. Pada Bab ini Maulwi Saelan menceritakan mengenai Emmy Saelan kakak perempuanya yang gugur dalam pertempuran Belanda disuatu desa pada bulan januari tahun 1997. Emmy adalah Pelajar  HBS B kelas IV di makasar dia adalah seorang pimpinan palang merah yang sangat dibutuhkan.
Bab ke tujuh Maulwi saelan, banyak bercerita mengenai Wolter mongisidi seorang pelajar yang tertangkap tentara Belanda. Wolter Mongisidi diadili pemerintahan belanda dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 5 september 1949. Yang menarik sebelum ditembak mati, ia menulis di selembaran kertas, ‘’setia hingga berakhir di dalam keyakinan’’
Selanjutnya dalam bab ke delapan, Medio 1947 Westerling dengan dukungan satu batalyon tentara dari belanda dan tiga batalyon KNIL melancarkan serangan terhadap laskar pejuang. Di putuskan sebagian gerilya tetap di selawesi dan sebagian hijrah kejawa. Maulwi Saelan dan beberapa kawanya ditugaskan mengawal kepala staf divisi hasanudin, Mayor Saleh Lahade. Dengan perahu phinisi mereka berjuang mengarungi laut yang bergelombang besar sampai kepulau karimunjawa dan dari sini dengan perahu laina ke tegal, jawa tengah. Maulwi Saelan ikut bereilya di sidobunde, Gombong, jawa Tengah dan kemudian di gunung kawi selatan, jawa timur.
Bab sembilan, diceritakan setelah persetujuan lingarjati, belanda semakin memacu usahanya untuk membentuk negara-negara boneka  didaerah yang didudukinya, sudah ada tanda-tanda Belanda akhinya menginjak-injak perjanjian Lingarjati dan menyerbu daerah RI . penyerbuan itu menjadi nyata pada tanggal 21 juli 1947. Maulwi Saelan mendapat tugas sebagai pemimpin tentera pelajar Selawesi yang di integrasikan ke dalam tentara pelajar Batalyon 300. Dalam penyerbuan itu anak buahnya banyak yang gugur karena kehabisan peluru.
Bab Kesepuluh, membahas sedikit mengenai pristiwa Madiun. Peristiwa ini terjadi setelah persetujuan Renville dan sebelum agresi Belanda II, yang di sebut dengan perang kemrdekaan II, kabinet Amir syarifudin yang menerima perjanjian Renville dibentuk pada tanggal 3 juli 1947, mengantikan kabinet Syahir yang terguling akibat ‘’ skandal ‘’ politik yang bersedia mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia. Sehari sesudahnya Presiden Soekarno menjawab tuntutan Belanda bahwa kekuasan de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatera harus segera di indahkan selama masa peralihan. Jawaban itu tidakmemuaskan belanda, belanda memberikan jawaban Ultimatif. Tuntutan belanda ditolak bung Karno. Lalu pada tanggal 21 juli 1947 belanda menyerang RI yang di kenal sebagai Agresi Militer Belanda II dan yang kita sebut perang kemerdekaan II. Peristiwa Madiun berawal dari pengangkatan walikota Madiun, supardi , oleh partai politik dan organisasi kemasyarakatan dibantu tentara setempat, untuk bertindak sebagai pejabat Residen Madiun.
  Bab Sebelas. Setelah Belanda membatalkan secara sepihak perjanjian linggarjati dengan mengadakan penyerbuan militer kedaerah Republik pada tanggal 21 juni 1947, dalam waktu dua minggu sebagian kota di wilayah Jawa sudah di duduki oleh belanda. Pada tanggal 18 Desember 1948, Belanda melakukan invasi keseluruh wilayah RI dan Ibu kotanya, Yogyakarta. Pada pukul 05.30 subuh pesawat terbang Belanda dari berbagai jenis menyerang Yogyakarta denganmenjatuhkan bom dan tambakan roket selama satu jam. Sutan Syahrir menyalahkan Bung Karno karena terjadinya Invasi Belanda Ke Yogyakarta, menurutnya karena Bung karno mengumumkan lewat radio tentang rencana keberangkatanya ke India atas Undangan perdana Mentri Nehru dan itu alasan Belanda menyerang. Menjawab serangan itu Bung Karno yang pernah menyelamatkan jiwa Syahrir pada Bulan Juli 1946 ketika ia sudah disiapkan untuk menjalani eksekusi oleh sekelompok TNI yang menculiknya di solo karena menetang politik kompromisnya dengan belanda, melalui seruan yang disiarkan RRI, dengan tenang beliau menjawab bahwa tanpa diumumkan pun keberangkatan itu sudah diketahui oleh intelijen Belanda. Menurut Bung Karno seorang presiden hendak meningalkan tanah air, bukan seperti seorang preman yang bisa pergisesuka hatinya. Presiden tidak bisa pergi tanpa setahu rakyatnya.
Bab dua belas menceritakan mengenai merebut kembali Selawesi selatan  dari pemberontakan yang dilakukan oleh pimpinan kapten Andi Azis. Andi Azis adalah mantan perwira KNIL yang baru saja di terima masuk dalam Apris. Tujuan pemberontakanya adalah untuk memertahankan keutuhan Negara Indonesia Timur. Pada tanggal 5 April 1950 gerombolan Andi azis mengadakan penyerangan dan menduduki tempat-tempat penyerangan dan menduduki tempat-tempat vital dan menawan panglima teritorium Indonesia timur letnan Kolonel A.J. Mokoginta. Untuk menangulangi pemberontakan Andi Azis pemerintah Indonesia Memberikan ultimatum yang isinya memerintahkan kepada nya agar datang menghadap ke Jakarta dlam tempo 3x24 jam melepaskan semua tawanan dan mengembalikan semua senjata yang sempat di rampas . sampai batas waktu yang sudah ditentukan tangal 13 April 1950 malam AndiAzis belum datang juga dan di nyatakan sebagai pemberontak. Akhirnya tangal 14 April Andi Azis datang kejakarta dan langsung ditahan CPM , ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Akhirnya Selawesi Selatan dapat di Rebut kembali.
Bab tiga Belas. Membahas mengenai Bom-bom waktu yang ditingalkan Jepang. Seperti KNIL  yang pada akhirnya harus diterima masuk menjadi Apris dan kemudian TNI juga adalah hasil keputusan politik KMB. Semua ini adalah bom waktu jika tak pandai mengurusnya akan menjadi malapetaka.
Empat Belas dan lima belas , bab ini membahas mengenai rencana- rencana bangsa Belanda membunuh Bung karno, namun dari rencana tersebut gagal bung karno tidak di bunuh hanya dipindahkan.  Hal ini disebabkan para gerilyawan mengepung tempat bung Karno di Sekap.  Setelah saha pembunuhan gagal belanda mengubah siasat memasang ranjau politik yang banyak untuk  mengepung RI . berbagai tindakan yang tidak masuk akal ditempuhnya. Antara lain mendirikan lebih banyak negara Boneka.  
            Bab enam Belas. Pada tahun 1958 Maulwi Saelan menjadi wakil Komandan Batayon VII/ CPM Makassar. Ia bertangungjawab atas pengamanan Soekarno yang datang ke Selawesi selatan dan Manado. Ternyata Bung karno telah mengenali Maulwi Saelan karena penampilanya yang mengesankan di PSSI dalam olimppiade Melbourne tahun 1956. Setelah usaha percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno pada Idul adha tahun 1962 dan beberapa prcobaan pembunuhan terhadap dirinya. Diuraikan secara rinci dalam buku ini maka membentuk resimen Tjakrabirawa untuk mengawal keselamatan presiden. Maulwi Saelan di panggil ke Makasar dan menjadi kepalastaf (kemudian menjadi wakil komandan ) .

KELEBIHAN BUKU
            Buku ini memiliki pembahasan yang sangat menarik bagi yang mau mendalami sejarah karena membahas sejarah panjang Bangsa Indonesia dari zaman Revolusi 45 sampai  dengan kudeta 66 sesuai kesaksian komandan Tjakrabirawa. (Namun karena tema mata kuliah ini adalah Sejarah Revolusi Indonesia , jadi  pembahasan  yang saya ambil dalam buku ini hanya seputar revolusinya saja ). Bahasa yang di gunakan dalam buku ini cukup mudah di pahami, buku ini juga di lengkapi foto-foto zaman dahulu yang sangat menarik. Buku ini juga  dapat di jadikan sebagai referensi para pelajar atau pun mahasiswa yang ingin mendalami sejarah revolusi Indonesia
KELEMAHAN BUKU
Buku ini memiliki bab pembahasan yang cukup banyak, sehingga penjelasan masing-masing bab hanya sedikit tidak cukup detail terutama di bagian pembahasan revolusi Indonesia.

HISTORIOGRAFI UMUM “ASIA TENGGARA MODERN”



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berisikan tentang Historiografi Asia Tenggara Modern yang mencangkup perkembangan historiografi  sejak abad ke-19. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada pembaca berkaitan tentang penulisan sejarah Asia Tenggara Modern
Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir , semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.


                                                                                                  Semarang,  19 November  2017


Penulis







DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.........................................................................................................
KATA PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................
A.     Latar Belakang...................................................................................................
B.      Rumusan Masalah...............................................................................................
C.      Tujuan.................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................
A.     Perkembangan Historiografi Asia Tenggara Modern..........................................
B.     Tokoh dan Karyanya Historiografi Asia Tenggara Modern................................

BAB III PENUTUP..............................................................................................................
A.      Kesimpulan.........................................................................................................
B.      Saran...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................






















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latarbelakang
Penulisan sejarah di setiap bagian negara sudah berlangsung cukup lama. setiap negara-negara bentuk historiografinya tidaklah sama, hisstoriografi yang dibuat didasarkan pada perkembangan kebudayaan di masing-masing negara. Begitu pula dengan historiografi di negara-negara Asia Tenggara, penulisan sejarah mereka disesuaikan dengan perkembangan kebudayaan yang berlangsung dan perkembnagan historiografinya selalu berhubungan dengan dengan sumber kesusastraan (literary). Masing-masing kesusastraan yang dihasilkan oleh masing-masing negara di Asia Tenggara berbeda, sehingga berbeda pula hasil penulisan sejarahnya. Hal itu dikarenakan sumber yang digunakan dalam menulis sejarah juga berbeda dari masing-masing wilayah.
Historiografi Modern tumbuh dan telah berkembang di Eropa jauh sebelum di perkembangan historiografi di Asia Tenggara. Historiografi modern baru berkembang di Asia Tenggara pada pertertengahan abad ke-19, setelah ilmu pengetahuan dan kebudayaan barat mulai masuk di kawasan Asia Tenggara.
B.     Rumusan Masalah
1. Bagaimana Perkembangan Historiografi Asia Tenggara Modern ?
2. Bagaimana Ciri-ciri Historiografi Modern di Asia Tenggara?
3.  Tokoh dan Karyanya Historiografi Asia Tenggara Modern?

C.     Tujuan
1. Mengetahui Perkembangan Historiografi Asia Tenggara Modern ?
2. Mengetahui Ciri-ciri Historiografi Modern di Asia Tenggara?
3.  Mengetahui Tokoh dan Karyanya Historiografi Asia Tenggara Modern?








BAB II
PEMBAHASAN
Perkembangan Historiografi Modern Asia Tenggara
A.      Historiografi Modern di Asia Tenggara
Historiografi Modern tumbuh dan telah berkembang di Eropa jauh sebelum di perkembangan historiografi di Asia Tenggara. Historiografi modern baru berkembang di Asia Tenggara pada pertertengahan abad ke-19, setelah ilmu pengetahuan dan kebudayaan barat mulai masuk di kawasan Asia Tenggara. Karena pendudukan orang Eropa yang tidak menyeluruh sehingga tidak memungkinkan penyebaran ilmu pengetahuan secara menyeluruh, sehingga tidak memungkinkan untuk mengembangkan historiografi modern. Pada abad ke-16 sampai ke-19 kebanyakkan hasil tulisan sejarah banyak ditulis oleh orang-orang Eropa. Penulisan sejarah yang dilakukan oleh orang-orang Eropa belum dapat mempengaruhi bentuk historiografi di Asia Tenggara. Berikut adalah beberapa contoh historiografi modern di Asia tenggara:
a.        Indonesia dan Malaysia
Pembentukkan Btavia Genootscap voor kunsten en Wetenshappen (Perhimpunan Batavia untuk seni dan Ilmu Pengetahuan) tahun 1778, buku karya William Marsden History of Sumatra (1783), serta buku karya Raffles History of Java (1817), sedikit sekali merangsang penulisan sejarah di Indonesia. Pada akhir abad ke -19 dengan dihidupkannya kembali Perhimpunan Batavia untuk seni dan Ilmu Pengetahuan, serta dibentuknya Cabang Straits dari masyarakat kerajaan Asia pada tahun 1878, mulailah dilakukan kegiatan ilmiah mulai berkembang di Indonesia dan Malaysia. Walaupun demikian penulisan babad masih tetap ada.
b.          Burma dan Muangthai
Tidak hanya di Indonesia, orang-orang Eropa di Burma dan Muangthai juga menulis karya sejarah. Misalnya, Arthur Phrye (History of Burma, 1883), WAR Wood (A History of Siam, 1902) serta beberapa majalah Ilmiah seperti Jurnal masyarakat Burma dan Jurnal masyarakat Muangthai. Para penulis dari Eropa sangat bergantung pada penelitian setempat.
c.           Vietnam
Sejarahwan tradisional Vietnam banyak membantu sarjana-sarjana Prancis yang tergabung dalam Ecole Francais d’Etreme Orient (Sekolah perancis Mengenai timur Jauh), yang didirikan tahun 1900 dan bertujuan untuk mengembangkan ilmu sosiologi yang sudah mulai berkembang di Prancis pada saat itu. Karya-karya yang dibuat sarjana-sarjana Prancis tersebut diterbitkan dalam sebuah buletin. Selain itu arsip-arsip kerajaan Hue masih menyimpan dokumen-dokumen secara tradisional samapai beberapa tahun sebelum pendudukan Prancis. Sehingga semakin mempermudah penelitian yang dilakukan oleh sarjana-sarjana asal Prancis.
d.          Fillipina
Pada masa pendudukan Amerika, banyak sarjana Amerika yang mempelajari sejarah Filipina dari dokumen-dokumen kolonial dan dokumen-dokemen missi Spanyol. Salah satu karya yang penting adalah, karya E. H Blair dan J A Robertson (The Phillipine Island, 1493-1889) yang diterbitkan tahun 1903-1909.
Pada abad ke-19 dan sebagian abad ke-20 terdapat tiga bidang historiografi Indonesia yang berbeda-beda. Antara lain:
1)             Sejarah Kuno adalah sejarah yang tidak atau kurang dikenal oleh masyarakat asli, biasanya ditulis oleh para fiolog, epigraf dan para arkeolog. Salah satu contohnya adalah karya N.J Krom mengenai sejarah kuno Indonesia.
2)             Sejarah Kolonial biasanya mencakup masalah perdagangan, perang, perjanjian-perjanjian, dan administrasi orang-orang Eropa.
3)             Sejarah Tengah atau periode tengah, sejarah yang berkisaran antara empat sampai sepuluh abad sebelum abad ke-19, yang merupakan penulisan sejarah penuduk asli, metode-metode modern dapat mulai digunakan, menentukan tanggal secara tepat dan malah mengintepretasikan kembali dari periode-periode ini.
Muangthai dan Filipina perkembangan historiografi agak sedikit berbeda. Muangthai Universitas Chulalongkorn pada tahun 1917 mengajarkan mengenai sejarah kuno dan sejarah modern. Sedangkan di Fillipina pada tahun 1611 universitas seperti Santo Thomas tidak mengajarkan sejarah sekuler, tetapi sejak akhir abad ke-19 mulai banyak memperkenalkan metode-metode sejarah yang modern. Tahun 1908 orang-orang Amerika mendirikan universitas di Filipina dan mengajarkan sejarah modern. Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan bangsa-bangsa di Asia Tenggara merdeka, mereka mulai mengambil langkah-langkah baru dalam historiografi, antara lain:
1.      Diterbitkannya buku DGE Hall mengenai sejarah Asia tenggata tahun 1955 semakin menyadarkan bangsa-bangsa di Asia Tenggara perkembangan sejarah dari kuno hingga modern merupakan unit sejarah yang lengkap.
2.       Hasil penelitian J.C. Van Leur merangsang timbulnya sejumlah karangan mengenai historiografi Indonesia yang dicetuskan dalam seminar nasional I tahun 1957.
3.      Usaha membentuk pertemuan Internasional Association of Historians of Asia, yang melakukan kongres tiga atau empat tahun sekali.




B.  Ciri-ciri Historiografi Modern di Asia Tenggara.
Kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia, Burma, Malaysia dan filipina, historiografi modern sedang dikonfrontasikan dengan Nasionalisme. Seperti terlihat dalam bentuk penulisan sejarah pasca proklamasi, kebanyakkan tulisan dibuat guna membangkitkan semangat nasional untuk melawan penjajahan Belanda. Untuk menunjukkan bahwa bangsa Belanda itu sebagai bangsa yang jahat dan selalu merugikan bangsa Indonesia. Sehingga penulisan sejarah pada masa ini banyak terdapat mengenai tokoh-tokoh besar, seperti Pangeran Diponegoro, dan lain sebagainya. Pada sejarah modern di Asia Tenggara masih mengutamakan sejarah Nasional dibandingkan dengan sejarah ilmiah. Namun dalam perkembangannya sekarang ini para sejarawan sudah mulai banyak menggunakan metode-metode dalam penulisan sejarah.
C. Tokoh dan Karyanya Historiografi Asia Tenggara Modern.
1. Daniel George Edward Hall (1891-1979) merupakan ahli sejarah British,penulis dan akademik. Beliau menulis tentang sejarah Burma. Karya terbesarnya ialah 'Sejarah Asia Tenggara' yang dikatakan sebagai ensiklopedia. Beliau menjadi profesor sejarah Asia Tenggara di Cornell University dan University of London di mana beliau akhirnya menjadi Profesor Emeritus.
2. Prof. Anthony Reid, Ph.D. lahir di Selandia Baru, 1939. Ia adalah seorang sejarawan asal Selandia Baru. Karya-karyanya banyak berkaitan dengan sejarah Aceh sejak berdirinya Kesultanan Sulawesi, Sulawesi Selatan dan sejarah modern Hindia Belanda/ Indonesia  pada abad ke – 20. Ia juga dikenal sebagai pakar Sejarah Asia Tenggara. Perkenalannya dengan Asia (Tenggara) diawali ketika pada usia 13 tahun ia ikut ayahnya bertugas di Indonesia sebagai pegawai PBB selama tiga tahun (1952-1954). Studi doktoralnya di Universitas Cambridge diselesaikan pada tahun 1969 mengenai persaingan antara Kesultanan Aceh, Belanda, dan Inggris di antara tahun 1858-1898.) Karya yang terkenal dari anthony reid adalah Southeast Asia in The Age of Commerce 1450-1680, karya Anthony Reid yang diterbitkan dua jilid itu The Lands below theWinds (1998), dan Expansion and Crisis (1993).







BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
  Historiografi modern baru berkembang di Asia Tenggara pada pertenaghan abad ke-19, setelah ilmu pengetahuan dan kebudayaan barat mulai masuk di kawasan Asia Tenggara.  Di kawasan Asia Tenggara khususnya Indonesia, Burma, Malaysia dan filipina, historiografi modern sedang dikonfrontasikan dengan Nasionalisme.
  Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan yaitu agar dalam mempelajari tentang sejarah Historiografi Asia Tenggara, akan lebih baik dipelajari secara komprehensif, sehingga dalam aplikasinya mahasiswa dan pendidik dapat memiliki pengetahuan yang maksimal sehingga dapat memberikan pengajaran yang optimal kepada peserta didik.























DAFTAR PUSTAKA

Anggar Kaswani. 1998. Metodologi Sejarah dan Historiografi. Yogyakarta: Beta offset.
Danar Widiyanto. 2002. Perkembangan Historiografi: Tinjauan di Berbagai Wilayah Dunia. Yogyakarta: UNY
Sartono Kartodirjo. 1982. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia. Jakarta: Gramedia.